\n\n

FLS3N dan FTBI 2026: Ajang Siswa SD Kabupaten Semarang Tunjukkan Bakat dan Prestasi

Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang melalui Bidang Kurikulum dan Kesiswaan SD menyelenggarakan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) serta Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Semarang pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan yang bertempat di SD Negeri Panjang 03, Kecamatan Ambarawa ini diikuti oleh perwakilan siswa sekolah dasar dari 19 kecamatan di Kabupaten Semarang. Lomba dimulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 13.30 WIB dengan Bapak Aslam dari Bidang Kurikulum dan Kesiswaan SD Disdikbudpora Kabupaten Semarang sebagai ketua panitia. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi peserta didik dalam mengembangkan bakat, kreativitas, dan kemampuan di bidang seni, sastra, serta budaya daerah.

Pada pelaksanaan FLS3N, cabang lomba yang dipertandingkan meliputi menyanyi solo, seni tari, pantomim, gambar bercerita, kriya, mendongeng, dan menulis cerita. Sementara itu, FTBI mempertandingkan cabang menulis cerkak, sesorah, dongeng, ndagel ijen, menulis dan membaca aksara Jawa, nembang macapat, serta membaca geguritan. Sebanyak 14 mata lomba yang dipertandingkan diikuti oleh perwakilan peserta dari 19 kecamatan di Kabupaten Semarang. Sebagian besar cabang lomba dilaksanakan secara individu, sedangkan pantomim dan seni tari dilaksanakan secara berkelompok. Pada cabang pantomim, setiap kelompok terdiri atas dua siswa, sedangkan seni tari diikuti oleh tiga siswa dalam setiap kelompok.

Mahasiswa magang turut terlibat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, khususnya pada tahap persiapan dan administrasi. Beberapa tugas yang dilakukan antara lain membantu pembuatan desain kartu identitas (ID Card) panitia dan peserta, pengelolaan daftar hadir atau presensi, penataan layout dan perlengkapan kegiatan, serta membantu kebutuhan administrasi lainnya sebelum pelaksanaan lomba. Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengelola kegiatan pendidikan berskala kabupaten, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan acara.

Melalui kegiatan ini, siswa diberikan kesempatan untuk menampilkan kemampuan, kreativitas, dan potensi yang dimiliki di bidang seni, sastra, dan budaya. Selain menjadi ajang kompetisi, FLS3N dan FTBI juga berperan dalam menumbuhkan rasa percaya diri peserta sekaligus memperkenalkan serta melestarikan budaya daerah kepada generasi muda. Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan bakat, kreativitas, dan karakter peserta didik di luar pembelajaran akademik. Selain itu, FLS3N dan FTBI juga berkontribusi terhadap SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) melalui upaya pelestarian bahasa dan budaya daerah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Disdikbudpora, sekolah, peserta didik, dan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

You may also like...