Mahasiswa Program Magang Prigel Pendidikan Nonformal (PNF) Universitas Negeri Semarang turut berkontribusi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 pada 2-4 Juni 2026 di Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang. Keterlibatan mahasiswa magang dilakukan melalui berbagai kegiatan administrasi dan pelayanan teknis yang mendukung proses penerimaan murid baru jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelaksanaan SPMB sendiri mengacu pada Petunjuk Teknis SPMB Tahun 2026 serta Keputusan Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang tentang penetapan wilayah domisili jenjang SMP. Dalam pelaksanaannya, SPMB terdiri atas empat jalur pendaftaran, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Jalur domisili diperuntukkan bagi calon murid yang berdomisili di wilayah tertentu sesuai ketentuan yang berlaku, jalur afirmasi ditujukan bagi peserta dari keluarga kurang mampu dan anak berkebutuhan khusus, jalur prestasi diperuntukkan bagi calon murid yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik, sedangkan jalur mutasi diperuntukkan bagi calon murid yang mengikuti perpindahan tugas orang tua atau wali.
Sebelum pelaksanaan pendaftaran, Disdikbudpora Kabupaten Semarang menyelenggarakan berbagai kegiatan sosialisasi kepada kepala sekolah dan tim teknis sekolah melalui Zoom Meeting maupun pertemuan tatap muka di beberapa lokasi. Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai mekanisme pendaftaran, penggunaan sistem, serta prosedur pelaksanaan SPMB agar proses penerimaan murid baru dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam pelaksanaan SPMB, mahasiswa magang Prigel PNF, yaitu Yuli Setyawan, Diana Citra, dan Listyana Retnaning Tyas, berperan membantu pelayanan dan administrasi teknis, seperti pembuatan akun pendaftaran, perbaikan titik koordinat domisili calon murid, verifikasi piagam prestasi, serta pendataan calon murid yang berasal dari luar Kabupaten Semarang. Bagi calon murid dari luar daerah, diperlukan proses penyesuaian data karena informasi kependudukan mereka belum terintegrasi dalam sistem Kabupaten Semarang. Selain itu, mahasiswa magang juga memperoleh pengalaman dalam mengoperasikan sistem SPMB secara langsung melalui berbagai fitur yang digunakan untuk proses verifikasi dan pengelolaan data. Pelaksanaan SPMB juga didukung oleh mahasiswa magang dari Program Studi Pendidikan Teknik Informatika & Komputer UNNES yang turut membantu sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan, khususnya dalam mendukung aspek teknis dan administrasi sistem. Kolaborasi ini menunjukkan keterlibatan aktif mahasiswa lintas program studi dalam mendukung kelancaran layanan penerimaan murid baru di Kabupaten Semarang. Selama pelaksanaan SPMB, terdapat beberapa kendala yang ditemukan, di antaranya data diri calon murid yang belum terverifikasi oleh sekolah asal serta kesalahan titik koordinat domisili yang menyebabkan lokasi calon murid terdeteksi tidak sesuai. Kendala tersebut ditangani melalui proses verifikasi dan pembaruan data oleh petugas serta tim teknis. Keterlibatan mahasiswa dalam mendukung pelaksanaan SPMB menjadi salah satu bentuk kontribusi terhadap terwujudnya equality of opportunity atau kesetaraan kesempatan dalam memperoleh layanan pendidikan. Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui upaya perluasan akses pendidikan bagi seluruh peserta didik serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui pemberian kesempatan yang setara bagi calon murid dari berbagai latar belakang untuk memperoleh layanan pendidikan yang adil dan inklusif.
